Skip to main content

Posts

Aneh, Kini La Nyalla Malah Bantah Sebut Diminta Mahar Oleh Prabowo

SUARASOSMED - Ketua Kamar Dagang dan Industri Jawa Timur La Nyalla Mattalitti atau La Nyalla membantah pernah mengatakan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto memalaknya. Menurut dia, kalimat itu merupakan bahasa media.

"Tidak pernah pula saya mengatakan bahwa Prabowo meminta uang mahar," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo, Rabu, 17 Januari 2018.

La Nyalla mengatakan, uang Rp 40 miliar yang diminta Prabowo bukan mahar melainkan uang dana saksi. Namun, La Nyalla menolak memberikan duit tersebut karena dia hanya bersedia menyiapkan dan menyerahkan dana setelah resmi terdaftar sebagai Calon Gubernur di KPU.

"Coba perhatikan baik-baik statement saya. Saya bilang diminta menyiapkan dana saksi untuk Prabowo," katanya saat dikonfirmasi.

Pada 12 Januari lalu, La Nyalla blakblakan menyatakan diminta oleh Prabowo untuk menyediakan dana Rp 40 miliar agar bisa ikut dalam pertarungan kepala daerah. "Duit itu untuk dana saksi sebagai syarat surat r…
Recent posts

Ada Kasus Mirip La Nyalla Di Cirebon Dan Kalteng, Bawaslu Bakal Turun Tangan

SUARASOSMED -Setelah dugaan mahar politik yang diungkap Ketua Kadin Jawa Timur La Nyalla Mattalitti pada Pilkada Jatim, Badan Pengawas Pemilihan Umum ( Bawaslu) menemukan dugaan kasus serupa di Cirebon dan Kalimantan Tengah.

"Yang menarik, setelah La Nyalla, beberapa pihak, seperti di Cirebon dan Kalteng, juga ada yang buka suara," kata anggota Bawaslu, Muhamad Afifuddin, kepada Kompas.com, Minggu (14/1/2018).

Adapun pihak yang mengaku tersangkut dugaan mahar politik di Cirebon adalah pasangan Brigjen (Pol) Siswandi-Euis Fetty Fatayati. Sementara pihak yang mengaku tersangkut dugaan mahar politik di Kalteng adalah pasangan Jhon Krisli-Maryono.

Afifuddin menuturkan, Bawaslu setempat akan melakukan klarifikasi terhadap pihak-pihak terkait.

"Besok (Senin) dipanggilnya. Enggak ada laporan, tetapi (kami) mau mengklarifikasi," ucap Afifuddin.

Dia menambahkan, bermunculannya kasus dugaan mahar politik pada Pilkada Serentak 2018 ini semestinya dipahami sebagai hal yang bai…

Pengurus Hanura Membuat Mosi Tidak Percaya Kepada OSO

SUARASOSMED -Hanura membuat mosi tidak percaya kepada ketua umum Oesman Sapta Odang (OSO). Hanura memecat OSO dari partai.Dari surat resmi, Hanura akan mengagendakan rapat DPP di Hotel Ambhara, Blok M, Jakarta Selatan, Senin (15/1/2017). Wasekjen Hanura Dadang Rusdiana membenarkan agenda tersebut.

"Iya benar," kata Dadang kepada wartawan.

Rapat DPP sekaligus menyikapi mosi tidak percaya DPD hingga DPP kepada pimpinan partai dan membahas langkah penyelamatan partai. Termasuk memecat OSO dari ketum.

"Iya betul," jelas Dadang saat dikonfirmasi soal pemecatan OSO.

Dadang tak merinci alasan Hanura memecat OSO. Ia mengatakan, akan ada pernyataan resmi dari DPP Hanura di Hotel Ambhara.

"Nanti saja, lebih baik merapat ke sini ada pernyataan resmi dari Sekjen (Sarifuddin Sudding)," tutupnya.

[message]SUMBER BERITA Dan Judul Asli - Mari Kita Sama Sama Cross Check, Pada Dasarnya Situs Ini Hanyalah Mengambil Isi Tulisan Dari Link Dengan Judul Dibawah Ini - Terima Kasi…

HANURA Pecah, Dipecat Oleh Pengurus Hanura "Ambhara" Begini Kata Oesman Sapta Odang

SUARASOSMED - Oesman Sapta Odang (OSO) tak mau berkomentar banyak soal pemecatan dirinya dari jabatan ketum oleh kubu pengurus Hanura yang menggelar rapat di Hotel Ambhara. OSO akan menyampaikan pernyataan setelah rapat di Hotel Manhattan selesai.

"Nanti saja setelah rapat," kata OSO saat ditanya soal pemecatan dirinya dan rapat yang digelar di Hotel Ambhara kepada wartawan, di Hotel Manhattan, Setiabudi, Jakarta Pusat, Senin (15/1/2018).

Rapat persiapan pemilu Partai Hanura saat ini telah dimulai. Rapat digelar secara tertutup.

OSO terpantau memimpin langsung rapat tersebut. Ada juga Waketum Hanura Gede Pasek Suardika dan pengurus lainnya yang mendampingi OSO.

Sebelumnya diberitakan, pengurus Hanura kubu yang menggelar rapat di Hotel Ambhara memecat Oesman Sapta Odang (OSO) dari jabatan ketum. Loyalis OSO menyebut pemecatan itu sebagai tindakan ilegal.

Ketua Bidang Organisasi Hanura Benny Rhamdani menyebut rapat resmi partai terletak di Hotel Manhattan hari ini, (15/1/2017)…

Pemerintah Impor Beras, Fadli Zon Sebut Ada 4 Keanehan !! Simak

SUARASOSMED -Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Fadli Zon mengatakan, rencana pemerintah mengimpor 500 ribu ton beras pada akhir Januari 2018 mengandung empat keanehan. Tindakan ini juga dianggap menyakiti petani.

"Saya melihat kebijakan impor beras ini sangat aneh. Pernyataan pemerintah tidak ada yang sinkron satu sama lain," ujar Plt Ketua DPR RI itu kepada wartawan di Jakarta, Minggu (14/01/2018).

Setidaknya, lanjut dia, ada empat keanehan di balik rencana impor tersebut.

Pertama, Kementerian Pertanian hingga saat ini masih mengklaim Januari 2018 mengalami surplus beras sebesar 329 ribu ton. Bahkan, kata Fadli, dengan mengacu data BPS, Kementan menyatakan bahwa sepanjang 2017 produksi beras mencapai 2,8 juta ton, sementara tingkat konsumsi kita sekitar 2,5 juta ton.

"Jika angka-angka ini benar, kita seharusnya memang surplus beras. Namun anehnya harga beras di pasar justru terus naik," ujar Waketum Gerindra itu.

Ked…

Kata Gerindra La Nyalla Bukan Calon Yang Diajukan Prabowo, Wajar Diminta Kesiapan Duit

SUARASOSMED -Partai Gerindra menegaskan tidak ada pemalakan atau pemerasan Rp 40 miliar terhadap bekas Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) La Nyalla Mattalitti terkait pencalonannya sebagai gubernur di Pemilihan Kepala Daerah Jawa Timur.

Ketua DPP Partai Gerindra Bidang Hukum Habiburokhman mengatakan yang benar adalah La Nyalla ditanya oleh Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto untuk terkait kesiapannya terkait dana saksi.

"Kalau soal uang saksi sangat masuk akal kalau empat puluh miliar. Banyak orang sudah hitung high cost politics. Itu hal yang sangat masuk akal dan sangat beralasan," kata Habiburokhaman saat diskusi 'Wajah Politik Pilkada 2018' di Cikini, Jakarta, Sabtu (13/1/2018) kemarin.

Menurut Habiburokhman, uang tersebut sesungguhnya adalah untuk kepentingan dari La Nyalla sendiri karena dia bukan calon yang diajukan oleh Prabowo. La Nyalla mengajukan dirinya sendiri sebagai calon gubernur Jawa Timur.

Saat proses pengajuan diri seba…

WOW. Prabowo Sebut Rp 300 Miliar untuk Nyagub Itu Paket Hemat

SUARASOSMED -Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengaku sedih atas kondisi dan system demokrasi yang berlangsung selama ini. Sebab figur-figur yang berprestasi dan berakhlak baik tak mungkin bisa menjadi pemimpin bila tak punya uang.

Bila ada orang yang ingin menjadi kepala daerah seperti gubernur datang kepadanya dalam sistem dan kondisi seperti sekarang ini, kata Prabowo, maka prioritas perhatiannya adalah soal ketersediaan dana yang dimiliki si calon.

"Saya sedih, karena sekarang kalau ada yang mau jadi gubernur datang ke saya, apa pertanyaan pertama yang saya tanyakan kepada dia. 'Ente punya uang nggak? Saya tidak tanya Anda lulusan mana, prestasinya apa, pernah nulis buku apa, pernah jadi bupati enggak, pernah jadi camat nggak? (Tapi) yang saya tanya, 'Ente punya uang berapa?," papar Prabowo saat memberikan sambutan di Pondok Pesantren Al-Islah, Bodowoso, Jawa Tengah, Minggu, 23 Juli 2017.

Dalam rekaman video berdurasi 20 menit 56 detik yang diunggah ke…