tabsrecent(list)/OPINI
ADS



SUARASOSMED -  Mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad), Mayor Jenderal TNI (Purn) Kivlan Zein menyambangi Gedung Bareskrim, Gambir, Jakarta Pusat.

Kivlan berniat ingin mempolisikan aktivis atau Ketua YLBHI Bidang Advokasi Muhammad Isnur dengan tuduhan pencemaran nama baik. Hal itu menyusul adanya tudingan bahwa Kivlan menjadi dalang pengepungan kantor LBH, Minggu, 17 September 2017 malam.

“Karena itu saya melaporkan. Saya tidak ada ikut di dalam sebagai operator atau sebagai dalang. Dan saya tidak hadir dalam acara itu, baik pada waktu hari Sabtu atau Minggu. Malah hari minggu saya ada di Bogor,” kata Kivlan kepada awak media di Bareskrim, Selasa (19/9/2017) seperti dikutip Okezone
[ads-post]
“Ada yang barbuk Public news. Bukti satu lagi ada kiriman di FB dan WA saya bahwa mereka ada rapat dan makai lambang kacamata seperti Marxisme,” ujar Kivlan.

“Itu juga bukti iya toh. Sudah dari ucapan kelihatan buktinya toh. Bukti satu lagi bahwa tetap rapat itu ada kiriman di facebook saya ada kiriman di wa saya mereka ada rapat dan mereka pakai lambang kacamata Marxisme, Karl Marx,”tambah dia.

Tak lama berselang, Kivlan bersama dengan tim penasihat hukumnya keluar dari Gedung Bareskrim. Pasalnya, penyidik malah menyuruh pulang Kivlan guna melengkapi barang bukti. Oleh sebab itu, polisi belum menerima laporan Kivlan.

“Laporan sama bukti-buktinya kurang,” kata Kivlan sembari berjalan keluar Gedung Bareskrim Polri.

Sementara itu, penasihat hukum Kivlan Zein, Mohammad Yuntri menjelaskan pihaknya masih perlu melengkapi sejumlah barang bukti berupa video dan press release. Dia menyebut akan kembali lagi setelah melengkapi itu semua.

“Tadi kan laporan pendahuluan, bahwa kami punya kepentingan, nama kami ini dicemarkan padahal tidak demikian. Dengan demikian kami mendahului, melengkapi syarat baru kami laporakan secara resmi. Laporan sudah, tapi perlu ada bukti yang perlu dilengkapi,” tutup dia (Rizky)

Berita Atau Informasi Diatas Sudah Terlebih Dahulu Tampil Dan Ditayangkan Di Halaman Berikut
Sumber Berita : KABARPOLISI
Judul Asli :



SUARASOSMED -  Pengadilan di Melbourne telah mempublikasikan rekaman video CCTV yang menggambarkan aksi seorang pencari suaka asal Myanmar yang membakar sebuah bank di Springvale, tenggara Melbourne.

Aksi ini dilakukan karena kesal, sebab sang pencari suaka harus terus menunggu untuk melakukan penarikan uang.

Kamera keamanan dari dalam kantor Bank Commonwealth menunjukkan, pria bernama Nur Islam (22), menuangkan bensin di lantai, di antara mesin ATM di pintu masuk depan, dan di tengah-tengah area layanan.

Ia kemudian menyulut bahan bakar itu dengan api dari pemantik, sementara para nasabah yang ada di lokasi itu kontan melarikan diri.

Usai membakar, Nur Islam terlihat berlari ke bagian belakang bank yang dilalap api.

Nur Islam, yang masuk Australia dengan visa sementara, terlihat tanpa emosi saat rekaman itu diputar di awal persidangan singkat di Pengadilan Magistrat Melbourne.

Jaksa Gavin Silbert QC mengatakan, kebakaran tersebut menyebabkan bank dipenuhi asap, hingga menimbulkan kepanikan dan kebingungan.

"Kebakaran menyulut bola api besar yang menghambat nasabah dan staf meninggalkan bank dari satu-satunya titik keluar," ujar Silbert.

"Dalam kekacauan yang terjadi berikutnya, nasabah dan staf berebut untuk meninggalkan bank."

"Beberapa orang terjebak sebuah pintu keamanan dan beberapa lainnya nekat menembus api dan menderita luka serius."

Marah karena menunggu lama

Nur Islam pun menderita luka bakar hingga 60 persen di tubuhnya, dan berada di rumah sakit selama empat setengah bulan.

Ia mengaku tidak bersalah atas 108 tuduhan, termasuk tindakan dengan sengaja menyebabkan luka serius dan membahayakan nyawa orang lain, serta kerusakan bangunan.

Pengadilan mengatakan, sebelum kejadian, Nur Islam pergi ke bank pada pagi hari untuk menarik saldo di rekeningnya.

Silbert mengatakan, pengungsi tersebut merasa marah karena dia harus menunggu lama. Dia pun pergi membeli sebuah wadah bensin, dan mengisi bahan bakar dari sebuah pompa bensin terdekat.

"Pada saat ini, ia jelas memutuskan untuk membakar Bank Commonwealth sebagai tindakan pembalasan atas perlakuan yang ia terima sebelumnya," kata Silbert.

Turut jadi korban
[ads-post]
Dalam sebuah wawancara dengan polisi, Nur Islam juga mengakui, dia membeli bensin tersebut dan membakar bank tersebut untuk balas dendam.

Pengacara Barnaby Johnston mengatakan dalam persidangan bahwa Nur Islam menderita luka yang paling serius dan paling parah dalam insiden itu.

Ia mengatakan, tak ada cukup bukti bahwa Nur Islam bermaksud untuk melukai orang-orang di dalam bank.

Dengan demikian, tuduhan sengaja menyebabkan luka serius dan dengan sengaja menyebabkan luka harus dicabut.

Namun, Hakim Peter Reardon menemukan ada cukup bukti untuk menjerat Nur Islam menjalani persidangan atas semua tuduhan.

Nur Islam akan menjalani pemeriksaan kesehatan mental dalam beberapa minggu mendatang, dan akan menghadapi persidangan di Pengadilan Negeri pada hari Rabu (20/9/2017) ini.

SIMAK VIDEONYA DIBAWAH INI
[youtube src="0RBgp3O5yOY"/]


Berita Atau Informasi Diatas Sudah Terlebih Dahulu Tampil Dan Ditayangkan Di Halaman Berikut
Sumber Berita : KOMPAS
Judul Asli :



SUARASOSMED -  Kelompok teroris ISIS semakin terpojok di Irak dan Suriah. Terkait hal ini, pihak intelijen internasional mengungkap kemungkinan bahwa para militan ISIS akan pulang ke kampung halaman masing-masing dan melanjutkan kegiatan teror mereka.

Muncul pula dugaan bahwa penderitaan warga Rohingya di Rakhine, Myanmar, yang tengah menjadi fokus perhatian dunia akan dieksploitasi oleh ISIS.

Diakui oleh pihak keamanan Malaysia, sejumlah warganya yang menjadi simpatisan ISIS telah menyerukan 'perang suci' demi membela kaum Muslim Rohingya.

Asisten Direktur Divisi Kontra Terorisme Datuk Ayob Khan Mydin Pitchay mengatakan bahwa kelompok militan ISIS telah memanfaatkan krisis Rohingya sebagai alat merekrut anggota baru.

Ayob juga menjelaskan bahwa ISIS telah menggunakan internet untuk membagikan foto-foto warga Rohingya yang sedang berada di bawah tekanan.

Kelompok tersebut bermaksud menarik simpati dan membujuk orang untuk menjadi bagian dari mereka.

Dikutip dari Bernama pada Rabu (20/9/2017), Ayob menjelaskan dalam acara "Seminar Kesedaran Ancaman ISIS Terhadap Golongan Belia" bahwa pihaknya juga memiliki informasi intelijen tentang kemungkinan keterlibatan beberapa warga Indonesia dalam kegiatan kelompok militan.

KATA BNPT

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme ( BNPT) Komjen Suhardi Alius mengakui bahwa konflik yang terjadi antara Pemerintah Myanmar dengan etnis Rohingnya di Rakhine State, Myanmar, bisa menjadi daya tarik kelompok terorisme.

Hal itu dikatakan Suhardi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (19/9/2017).

"Rohingnya bisa jadi magnet untuk para anggota kelompok terorisme datang ke sana," kata Suhardi.

Bahkan kata dia, dikhawatirkan dampaknya bisa sampai ke Indonesia, jika benar kelompok terorisme tersebut ikut terlibat dalam pusaran konflik Myanmar-Rohingnya.
[ads-post]
"Diharapkan itu tidak terjadi. Karena, penanganan dan solusi untuk menyelesaikan konflik yang dilakukan Pemerintah Indonesia sangat bagus sekali," kata dia.

Suhardi mengatakan, BNPT juga terus memantau para simpatisan ISIS asal Indonesia yang saat ini masih berada di Suriah dan ingin kembali ke Tanah Air.

"WNI yang pulang dari Suriah akan terus kami koordinasikan. Kan ada atase policy di sana, ada atase pertahanan, bahkan kami mengusulkan atase BNPT ada di sana," kata Suhardi.

Upaya itu dilakukan untuk mengantisipasi para simpatisan ISIS kembali ke Tanah Air karena terus terdesaknya kelompok ISIS di negara asalnya.

"Dengan itu kita akan mendapatkan kontak di sana lebih awal. Sehingga apakah returnis, apakah itu deportan dan sebagainya bisa kita bisa antisipasi ketika sudah sampai Indonesia," ujar Suhardi.

Berita Atau Informasi Diatas Sudah Terlebih Dahulu Tampil Dan Ditayangkan Di Halaman Berikut
Sumber Berita : liputan6 // kompas
Judul Asli :



SUARASOSMED - Sejarawan Asvi Marwan Adam menilai film Pengkhianatan G 30 S/PKI adalah propaganda rezim Orde Baru yang dipimpin Presiden Soeharto. Tidak sedikit manipulasi sejarah dimuat dalam film berdurasi 271 menit itu.

"Film itu tujuannya menggambarkan satu sisi Presiden Soeharto sebagai penyelamat bangsa, dan di sisi lain Soekarno sebagai penghianat," kata Asvi kepada Suara.com, Selasa (19/ 9/2017).

Menurut Peneliti Utama Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) itu, pemutaran film yang bercerita tentang pengkhianatan PKI terhadap negara sudah tidak cocok pada masa kekinian. Karena sudah banyak temuan-temuan baru yang menceritakan fakta sejarah tahun 1965.

Film G30S/PKI yang memuat cerita pembunuhan tujuh jenderal adalah upaya rezim orde baru mencitrakan diri sebagai rezim yang peduli pada negara. Sedangkan kelompok PKI adalah para pengkhianat yang mesti ditumpas.

"Tapi kan sekarang itu tidak lagi cocok. Soekarno ini kan proklamator dan pahlawan nasional kita, kenapa digambarkan sebagai pengkhianat, orang yang diatur oleh PKI dan lain-lain," ujar Asvi.

Karenanya, Asvi mengkritik Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang ingin melakukan pemutaran film “Penghianatan G30S/PKI”.
[ads-post]
TNI berencana mengadakan acara menonton bareng (nobar) film tersebut di banyak tempat menjelang 1 Oktober 2017 yang Orde Baru sebagai Hari Kesaktian Pancasila.

Menurut Asvi, tugas TNI bukan memutar film melainkan menjadi alat pertahanan negara.

"Saya melihat bahwa TNI melakukan pertahanan negara. Tugas TNI itu, bukan memutar film," tukasnya.

Menurut Asvi, kalau pemutaran film berdurasi 271 menit itu dengan alasan ada ancaman kebangkitan PKI, ini sangat keliru. Sebab, tak ada indikasi PKI akan bangkit pada masa sekarang, karena sudah lama mati.

"Lagi pula, kalau ada pemutaran film itu kan urusan Kementerian Komunikasi dan Informasi. Jadi itu bukan tugas TNI. Tugas TNI itu membela negara," tutur Asvi kembali menegaskan.

Simak Juga Debatnya Dibawah Ini


Berita Atau Informasi Diatas Sudah Terlebih Dahulu Tampil Dan Ditayangkan Di Halaman Berikut
Sumber Berita : SUARA
Judul Asli :


SUARASOSMED - Muannas Al Aidid kembali melaporkan akun Facebook Jonru Ginting ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya. Jonru dilaporkan bersama pemilik akun Nugra Za dan akun Twitter Intelektual Jadul Flato.

"Pada intinya fitnah mengatakan klien kita ini anak pimpinan PKI, ini fitnah besar ujaran kebencian," kata Kuasa hukum Muannas, Ridwan Syaidi Tarigan, di Mapolda Metro Jaya, Selasa 19 September 2017.

Ridwan menjelaskan, kliennya mengetahui ada ujaran tersebut antara 1 September sampai 7 September. Dalam pelaporannya, Ridwan juga membawa sejumlah barang bukti, yaitu screenshot postingan akun-akun tersebut.
[ads-post]
Ridwan juga mengirim surat permohonan pencekalan Jonru kepada Polda Metro Jaya. "Hari ini kita telah membuat surat permohonan pencekalan terhadap Jonru, dicekal ke luar negeri. Kami bukan melanggar hak hidup dia, kita ingin jonru tetap di Indonesia agar laporan klien kita berjalan, semoga penyidik cepat bergerak dan membuat Jonru untuk dicekal," beber Ridwan.

Laporan yang dibuat Ridwan tertera dalam Laporan Polisi Nomor: LP/4517/IX/2017/PMJ/Dit. Reskrimsus. Akun Jonru diduga melakukan pencemaran nama baik melalui media elektronik yang bermuatan kebencian, pasal 27 ayat 3 jo pasal 45 ayat 1 dan atau pasal 28 ayat 2 jo pasal 45 ayat 2 UU RI No. 19 tahun 2017 tentang ITE.

Sebelumnya Jonru sudah dilaporkan oleh Muannas Al Aidid terkait konten yang sama. Tak hanya itu, Jonru juga sudah dilaporkan seorang pengacara bernama M. Zakir Rasyidin.

Berita Atau Informasi Diatas Sudah Terlebih Dahulu Tampil Dan Ditayangkan Di Halaman Berikut
Sumber Berita : METRO
Judul Asli :

KOMENTAR FB

Komentar Dengan Facebook, Ingat Semua Komentar Adalah Tanggung Jawab Masing Masing Pribadi, Gunakanlah Dengan Penuh Tanggung Jawab Dan Bijaksana, Terima Kasih

Berita Tambahan

tabsrecent(list)/WORLD,EKONOMI,Beritanya,INTERMEZO

Warta Bali

{facebook#https://www.facebook.com/wartabali.net} {twitter#https://twitter.com/RUMAHINJECT} {google#https://plus.google.com/+WartaBali} {pinterest#https://www.pinterest.com/rustammartir} {youtube#https://www.youtube.com/channel/UCjfr-Lp3hSBISs8BGUsb8vA} {instagram#https://www.instagram.com/wartabalinet/}

About Me

My photo

WartaBali.NET - Media Informasi Yang Merupakan Kumpulan Informasi Untuk Dari Kami Untuk Kita Semua - Selalu Ikuti Perkembangannya - Jangan Ragu Untuk Bookmark Buat Kalian Semua Pengunjung Halaman Ini !! - Jangan Lupa Referensikan Wartabali.net Kepada Seluruh Temanmu Dan Terus Support Kami
Powered by Blogger.